Properti Bukan Cuma Rumah: Strategi Investasi Real Estate Modern

Properti Bukan Cuma Rumah: Strategi Investasi Real Estate Modern

<h1 class="ql-align-center"><strong>Cara Berinvestasi di Bidang Properti (Real Estate)</strong></h1><p class="ql-align-center"><br></p><p class="ql-align-justify">Krisis dan gelembung (bubble) di sektor perumahan yang pernah terjadi membuat banyak orang menganggap investasi properti berisiko. Namun, banyak investor tetap percaya bahwa properti adalah bagian penting dari portofolio investasi yang beragam. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang baik, investasi properti dapat menjadi aset bernilai tinggi, baik untuk memperoleh keuntungan besar maupun pendapatan rutin. Ada beberapa cara untuk berinvestasi di bidang properti, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><h2 class="ql-align-justify"><strong>A. Berinvestasi melalui DIRE (Dana Investasi Real Estate)</strong></h2><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Pengertian DIRE</strong>. DIRE adalah bentuk investasi properti yang mirip dengan kepemilikan saham. Dana dari banyak investor dikumpulkan untuk membeli, mengelola, mengembangkan, dan menjual properti. Karena melibatkan lebih dari 100 investor, setiap orang dapat berinvestasi dengan modal relatif kecil, meskipun properti yang dibeli bernilai mahal. DIRE cocok bagi investor yang ingin masuk ke sektor properti tanpa harus memiliki properti secara langsung. Selain itu, DIRE relatif mudah diperjualbelikan sehingga risikonya lebih likuid. Manajer DIRE wajib membagikan sekitar 90% keuntungannya dalam bentuk dividen, sehingga menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan rutin. DIRE juga memungkinkan investasi di properti komersial, bukan hanya perumahan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Sebelum berinvestasi, penting memahami <strong>jenis DIRE yang tersedia.</strong></li><li data-list="bullet" class="ql-indent-1"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Berdasarkan jenis investasinya</strong>, DIRE dapat berupa DIRE properti (mengelola gedung dan membagikan hasil sewa), DIRE hipotek (berinvestasi pada pinjaman atau surat berharga berbasis hipotek), dan DIRE hibrida (gabungan keduanya).</li><li data-list="bullet" class="ql-indent-1"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Berdasarkan wilayah geografis</strong>, ada DIRE yang fokus di wilayah tertentu, nasional, atau bahkan internasional.</li><li data-list="bullet" class="ql-indent-1"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Berdasarkan jenis properti</strong>, beberapa DIRE hanya berinvestasi pada jenis properti tertentu seperti apartemen sewa, perkantoran, atau pusat perbelanjaan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Risiko dalam investasi DIRE</strong>. Seperti investasi lain, DIRE juga memiliki risiko. Risiko utama adalah gagal bayar dividen jika pengelolaan properti tidak berjalan baik. DIRE yang tidak diperdagangkan di bursa juga berisiko kurang likuid, kurang transparan, atau memiliki konflik kepentingan dalam pengelolaannya, yang bisa menurunkan keuntungan investor.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Cara membeli DIRE</strong>. Saham DIRE dapat dibeli dan dijual di pasar saham, melalui reksadana, atau sebagai bagian dari ETF. Investor bisa membelinya lewat broker saham, penasihat investasi, atau platform perdagangan online.</li></ol><p class="ql-align-justify"><br></p><h2 class="ql-align-justify"><strong>B. Menghimpun Modal Bersama Investor Lain</strong></h2><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Real Estate Investment Group (REIG)</strong>. REIG adalah kelompok investor yang mengumpulkan dana untuk membeli, mengelola, dan menjual properti, biasanya apartemen atau properti sejenis. Modal awalnya lebih besar dibandingkan DIRE, tetapi lebih kecil dibanding membeli properti sendiri. Risiko juga lebih rendah karena dibagi bersama anggota lain. Dalam beberapa REIG, investor dapat terlibat langsung dalam pengelolaan, sementara pada REIG lain semua pengelolaan dilakukan oleh perusahaan pengelola sehingga investor hanya menerima hasilnya.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Melakukan riset terhadap REIG</strong>. Sebelum bergabung, investor perlu meneliti struktur biaya, kinerja masa lalu, serta reputasi REIG tersebut. Bergabung dengan komunitas atau pertemuan investasi properti dapat membantu memahami cara kerja REIG dan membangun jaringan dengan investor lain.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Menentukan komitmen modal</strong>. Setelah menemukan REIG yang sesuai, tentukan jumlah dana yang siap diinvestasikan. Berinvestasi di REIG tidak sefleksibel membeli saham karena dana biasanya baru bisa ditarik setelah properti dijual.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Membentuk REIG sendiri</strong>. Jika tidak menemukan REIG yang cocok, investor dapat membentuk kelompok sendiri. Cara ini membutuhkan waktu, perencanaan bisnis yang jelas, struktur hukum, serta sistem akuntansi yang baik, namun memberi kendali penuh atas investasi.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Real Estate Limited Partnership (RELP)</strong>. RELP adalah bentuk kerja sama dengan pengembang atau manajer properti untuk proyek tertentu. Investor berperan pasif dan hanya menanamkan modal. Keuntungannya, tanggung jawab investor terbatas pada jumlah modal yang disetor. RELP tidak dikenai pajak di tingkat entitas, dan keuntungan atau kerugian langsung dibagikan kepada investor. Kerja sama ini bersifat sementara dan akan berakhir setelah proyek selesai.</li></ol><h2 class="ql-align-justify"><strong>C. Perdagangan Properti (Property Trading)</strong></h2><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Risiko perdagangan property</strong>. Perdagangan properti atau <em>flipping</em> adalah membeli properti untuk dijual kembali dalam waktu relatif singkat dengan harga lebih tinggi. Risiko utamanya adalah properti tidak cepat terjual, sehingga investor harus menanggung pajak dan biaya perawatan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Flipping dengan renovasi</strong>. Dalam metode ini, investor membeli properti yang kondisinya kurang baik, lalu melakukan perbaikan atau renovasi agar nilainya meningkat sebelum dijual. Strategi ini membutuhkan waktu dan tenaga besar, bahkan sering menjadi pekerjaan penuh waktu. Keuntungan bisa lebih besar jika investor melakukan sebagian perbaikan sendiri.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Flipping tanpa renovasi</strong>. Cara ini mengandalkan kenaikan harga pasar tanpa melakukan perbaikan. Investor harus pandai membaca peluang, seperti menemukan properti yang dijual di bawah harga pasar atau daerah yang berpotensi naik pesat. Risiko metode ini relatif lebih tinggi.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Manfaat pajak dalam perdagangan property</strong>. Dalam beberapa negara, keuntungan dari penjualan properti investasi dapat dialihkan ke properti lain tanpa langsung dikenai pajak, selama memenuhi ketentuan tertentu. Fasilitas ini hanya berlaku untuk properti investasi dan harus sesuai aturan pajak yang berlaku.</li></ol><h2 class="ql-align-justify"><strong>D. Menjadi Tuan Tanah (Landlord)</strong></h2><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Memahami peran sebagai tuan tanah</strong>. Menjadi tuan tanah berarti mengelola properti sewaan secara langsung, termasuk perawatan, perbaikan, dan hubungan dengan penyewa. Jenis investasi ini menuntut keterlibatan tinggi dan tanggung jawab besar dibandingkan investasi properti lainnya.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Membeli properti sewaan</strong>. Langkah awal adalah membeli properti yang layak disewakan, seperti rumah, apartemen, atau ruko. Sebaiknya pilih properti dengan kondisi baik dan biaya perawatan rendah agar keuntungan tetap optimal.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Mengembangkan kepemilikan property</strong>. Jika properti pertama memberikan pendapatan stabil, keuntungan tersebut dapat digunakan untuk membeli properti lain. Dengan memiliki beberapa properti, arus kas yang kecil dari masing-masing properti bisa menjadi pendapatan yang besar secara keseluruhan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Menggunakan jasa pengelola property</strong>. Jika jumlah properti semakin banyak, investor dapat mempertimbangkan menyewa manajer properti. Dengan cara ini, investor tetap memperoleh keuntungan tanpa harus terlibat langsung dalam pengelolaan sehari-hari.</li></ol><p class="ql-align-justify"><br></p>