<p>Penjelasan detail mengenai perbedaan sertifikat SHM dan HGB.</p><p><br></p><p>Perbedaan utama antara Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) terletak pada <strong style="background-color: rgb(211, 227, 253); color: rgb(10, 10, 10);">kekuatan hukum, jangka waktu kepemilikan, dan hak kepemilikan atas tanahnya</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">. SHM memberikan kepemilikan penuh dan terkuat, sementara HGB memberikan hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah milik pihak lain atau negara dalam jangka waktu tertentu.</span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Berikut adalah rincian perbedaan kedua jenis sertifikat tersebut:</span></p><table><tbody><tr><td data-row="1"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Fitur </strong></td><td data-row="1"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Sertifikat Hak Milik (SHM)</strong></td><td data-row="1"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)</strong></td></tr><tr><td data-row="2"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Kekuatan Hukum</strong></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Hak kepemilikan terkuat dan penuh.</span></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Hak pakai atas tanah untuk jangka waktu tertentu.</span></td></tr><tr><td data-row="1"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Kepemilikan Tanah</strong></td><td data-row="1"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Pemilik SHM adalah pemilik sah atas tanah dan bangunan.</span></td><td data-row="1"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Tanah tersebut milik negara atau milik perorangan/badan hukum lain (misalnya, pengembang).</span></td></tr><tr><td data-row="2"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Jangka Waktu</strong></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Tidak memiliki batas waktu (seumur hidup/turun-temurun).</span></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Terbatas. Umumnya berlaku selama 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 20 tahun, dengan total 50 tahun. </span></td></tr><tr><td data-row="3"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Subjek Kepemilikan</strong></td><td data-row="3"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Hanya Warga Negara Indonesia (WNI) dan badan hukum tertentu yang dapat memiliki SHM. </span></td><td data-row="3"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Dapat dimiliki oleh WNI, Warga Negara Asing (WNA), dan badan hukum. </span></td></tr><tr><td data-row="1"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Peruntukan</strong></td><td data-row="1"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Umumnya untuk hunian pribadi (rumah tinggal). </span></td><td data-row="1"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Umumnya untuk bangunan komersial (kantor, apartemen, mal, pabrik) atau perumahan dari pengembang.</span></td></tr><tr><td data-row="2"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Hak Jual/Sewa</strong></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Dapat dijual, disewakan, atau dijadikan jaminan tanpa batasan waktu. </span></td><td data-row="2"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Dapat dijual, disewakan, atau dijadikan jaminan, namun harus mempertimbangkan sisa jangka waktu yang berlaku.</span></td></tr><tr><td data-row="3"><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Peningkatan Status</strong></td><td data-row="3"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Tidak dapat ditingkatkan lagi.</span></td><td data-row="3"><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Dapat ditingkatkan menjadi SHM jika memenuhi syarat (misalnya, pemilik HGB adalah WNI dan tanahnya milik negara/perorangan). </span></td></tr></tbody></table><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Poin Penting Tambahan</span></p><ol><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Peralihan Hak</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Proses jual beli atau peralihan SHM cenderung lebih sederhana secara hukum karena status kepemilikannya yang permanen. </span></li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Risiko Investasi</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: SHM sering dianggap sebagai bentuk kepemilikan yang lebih aman dan bernilai investasi jangka panjang yang lebih tinggi karena sifatnya yang abadi. HGB memerlukan perhatian terhadap perpanjangan izin dan biaya yang terkait di akhir masa berlaku. </span></li></ol>