Peraturan Baru Pajak Properti 2025

Peraturan Baru Pajak Properti 2025

<p>Ulasan mengenai peraturan pajak properti terbaru.</p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Pada tahun 2025, </span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">peraturan pajak properti di Indonesia didominasi oleh </strong><strong style="background-color: rgb(211, 227, 253); color: rgb(10, 10, 10);">perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah baru, serta penyesuaian tarif PPN umum</strong><span style="background-color: rgb(211, 227, 253); color: rgb(10, 10, 10);"> dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tingkat daerah</span><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">. </span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Berikut adalah rincian peraturan baru dan perubahannya di tahun 2025:</span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Insentif PPN Properti (PPN DTP) </span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Pemerintah memperpanjang kebijakan PPN DTP 100% untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun (apartemen) hingga 31 Desember 2025. </span></p><ol><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Insentif 100% PPN DTP</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Pembeli rumah baru dibebaskan dari PPN 100% untuk harga jual hingga Rp 2 miliar. Skema ini berlaku untuk pembelian rumah dengan harga jual maksimal Rp 5 miliar.</span></li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Tujuan</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti dan menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.</span></li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Aturan Pelaksana</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Insentif ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 60 Tahun 2025, yang berlaku efektif sejak 25 Agustus 2025, menggantikan skema sebelumnya yang direncanakan menurun menjadi 50% di semester kedua 2025.</span></li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Syarat</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Insentif ini hanya berlaku untuk satu unit properti per satu orang pribadi. </span></li></ol><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Penyesuaian Tarif PPN Umum</span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), tarif PPN umum mengalami kenaikan dari 11% menjadi </span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">12%</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);"> yang mulai berlaku efektif per 1 Januari 2025. Kenaikan ini berdampak pada: </span></p><ol><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Kegiatan Membangun Sendiri (KMS)</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Tarif PPN atas kegiatan membangun rumah sendiri (tanpa kontraktor) naik menjadi </span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">2,4%</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);"> (dari sebelumnya 2,2%), yang dihitung berdasarkan 20% dari tarif PPN umum yang baru (12%).</span></li></ol><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) </span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Untuk PBB-P2 (Perdesaan dan Perkotaan), kebijakannya cenderung bersifat spesifik daerah. </span></p><ol><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">DKI Jakarta</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan insentif PBB-P2 melalui Keputusan Gubernur No. 281 Tahun 2025. Insentif ini mencakup pembebasan PBB untuk rumah di bawah Rp 2 miliar dan pengurangan nilai tertentu untuk kenaikan PBB agar tidak melebihi 50% dari tahun sebelumnya.</span></li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Tingkat Daerah Lain</strong><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">: Beberapa pemerintah kabupaten/kota memastikan tidak ada kenaikan tarif PBB-P2 pada tahun 2025, sesuai aturan yang berlaku. </span></li></ol><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(10, 10, 10);">Secara keseluruhan, tahun 2025 ditandai dengan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menyeimbangkan antara peningkatan pendapatan negara melalui penyesuaian tarif PPN dan pemberian stimulus di sektor properti untuk menjaga stabilitas ekonomi.</span></p>