<p class="ql-align-justify"> Karena audit ini merupakan special audit, maka prosedur audit yang dijalankan juga tidak seluas prosedur audit dalam suatu general audit, tetapi terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan proses right issue. Prosedur audit tersebut antara lain:</p><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Meminta copy, Pernyataan Pendaftaran dan memeriksa apakah pernyataan pendaftaran tersebut sesuai dengan Peraturan Nomor IX.D.2. </li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Meminta copy, Prospektus dan iklan Prospektus tersebut memeriksa apakah bentuk dan Isi Prospektus sesuai dengan Peraturan Nomor IX.D.3. atau IX.D.4.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Meminta Akte Notaris yanag berhubungan dengan Right Issue. </li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Membandingkan Laporan Hasil Penjatahan Saham dengan Daftar Hasil Penjatahan Saham yang diterbitkan oleh Biro administrasi Efek yang mengelola administrasi perusahaan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Membandingkan Hak untuk memesan terlebih dahulu yang dimiliki oleh para pemegang saham perusahaan dengan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Memeriksa Formulir Konfirmasi penjatahan saham mengenai jumlah saham yang dipesan oleh para pemegang saham dan jumlah yang seharusnya menjadi hak mereka.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Memeriksa Formulir Konfirmasi Penjatahan untuk mengetahui kesesuaian hasil penjatahan dengan keputusan Rapat Umum Luar Biasa para pemegang saham. </li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Meminta rekening Koran atau daftar pembayaran atas saham yang dibeli oleh para pemegang saham.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Mengirim surat konfirmasi kepada pemegang saham utama perusahaan, bahwa sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang hak (pemegang saham lama) akan dibeli oleh pemegang saham utama.</li></ol><p class="ql-align-justify"> Adapun risiko dari right issue, yaitu ada risiko yang harus dipikul oleh investor, baik investor yang merealisasikan, maupun yang tidak. Risiko yang harus ditanggung tersebut adalah penurunan dividen dan harga saham. Penurunan dividen terjadi jika penambahan jumlah saham yang beredar tidak diikuti dengan perbaikan kinerja perusahaan setelah right issue. Sedangkan penurunan harga saham yang dimaksud adalah penurunan yang lebih tajam dari harga teoritisnya. Jadi, pada dasarnya Investasi <em>Right Issue</em> memiliki beberapa resiko, antara lain:</p><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Jika harga saham pada periode pelaksanaan jatuh dan menjadi lebih rendah daripada harga pelaksanaan maka investor tidak akan mengonversikan right tersebut, sementara itu investor akan mengalami kerugian atas harga beli right.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Right dapat diperdagangkan pada pasar sekunder, sehingga investor dapat mengalami kerugian (capital loss) ketika harga jual dari Right tersebut lebih rendah daripada harga belinya</li></ol>