Mengelola Tenaga Kerja secara Efektif melalui Anggaran yang Tepat

Mengelola Tenaga Kerja secara Efektif melalui Anggaran yang Tepat

<h1 class="ql-align-center"><strong>ANGGARAN TENAGA KERJA </strong></h1><h2>A. Perencanaan Anggaran Tenaga Kerja</h2><p>Perencanaan tenaga kerja penting karena tenaga kerja adalah salah satu faktor utama dalam produksi, meskipun perusahaan sudah menggunakan mesin modern. Mesin tetap memerlukan manusia untuk mengoperasikan dan mengawasinya. Dalam pabrik, tenaga kerja terbagi menjadi dua, yaitu tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja langsung adalah pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi sehingga biayanya masuk ke harga pokok barang, sedangkan tenaga kerja tidak langsung tidak ikut langsung memproduksi dan biayanya masuk ke overhead pabrik. Perencanaan biasanya lebih menekankan pada tenaga kerja langsung karena berhubungan dengan anggaran produksi. Halhal yang dipertimbangkan mencakup jumlah tenaga kerja, cara rekrutmen, pelatihan, pembagian tugas, gaji, dan pengawasan.</p><p>Dalam praktiknya, tenaga kerja umum mudah ditemukan, tetapi tenaga ahli seperti teknisi dan manajer lebih sulit dicari sehingga perusahaan sering memberikan gaji tinggi, fasilitas tambahan, bahkan beasiswa sebagai investasi. Rekrutmen biasanya dilakukan dengan tes, wawancara, dan psikotes untuk menemukan calon yang tepat. Setelah diterima, tenaga kerja baru diberi pelatihan, baik di kelas maupun langsung di tempat kerja (on the job training). Karena biaya tenaga kerja merupakan bagian besar dari harga pokok produksi, kesalahan dalam pengelolaannya bisa membuat harga barang terlalu mahal dan perusahaan kalah bersaing. Itulah sebabnya perencanaan tenaga kerja harus dilakukan secara matang agar perusahaan bisa berproduksi lebih efektif dan efisien.</p><p><br></p><h2>B. Fungsi dan Tujuan</h2><p>Anggaran tenaga kerja yang disusun dengan baik akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Manfaat atau fungsi tersebut ialah:</p><p>1. Tenaga kerja bisa digunakan lebih efisien karena ada rencana yang jelas.</p><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Biaya tenaga kerja bisa direncanakan dan dikendalikan dengan lebih baik.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Perusahaan dapat menghitung harga pokok barang secara tepat karena gaji dan biaya tenaga kerja sudah diperhitungkan.</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>Sebagai alat pengawasan terhadap biaya tenaga kerja agar tidak melebihi yang direncanakan.</li></ol><p>Biaya tenaga kerja sering menjadi tantangan bagi perusahaan, sehingga perlu ada pengawasan yang baik. Salah satu cara pengawasan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan para pekerja agar mereka bisa bekerja stabil sesuai standar. Pengawasan di pabrik biasanya dilakukan oleh mandor atau supervisor. Tugas supervisor adalah mengawasi jalannya pekerjaan buruh serta membuat laporan harian maupun bulanan. Laporan harian berfungsi untuk membandingkan hasil kerja pada hari itu dengan rencana yang sudah ditetapkan, sehingga perusahaan bisa segera mengambil tindakan jika ada penyimpangan.</p><p><br></p><h2>C. Penghitungan Standar Tenaga Kerja</h2><p>Anggaran tenaga kerja harus disusun sesuai dengan rencana tahunan perusahaan. Karena itu, anggaran ini perlu menunjukkan berapa biaya dan jam kerja langsung yang dibutuhkan, baik berdasarkan tanggung jawab, waktu, maupun jenis produk. Dalam praktiknya, banyak perusahaan membuat standar kerja yang dianggap realistis untuk berbagai aktivitas. Standar ini kemudian dibandingkan dengan hasil kerja yang sebenarnya, dan biasanya dibuat laporan setiap hari.</p><p>Isi laporan tersebut pada dasarnya menunjukkan tiga hal penting, yaitu berapa jam kerja yang benar-benar dikerjakan, berapa jam kerja standar yang seharusnya dipakai untuk menghasilkan jumlah produksi yang ada, serta selisih waktu antara jam kerja standar dengan jam kerja nyata. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui apakah tenaga kerja sudah digunakan secara efisien atau masih ada pemborosan waktu.</p>