<h1 class="ql-align-center"><strong>Mekanisme Perdagangan di Pasar Perdana</strong></h1><p class="ql-align-center"><br></p><p class="ql-align-justify"> Di pasar perdana, saham atau obligasi untuk pertama kalinya ditawarkan kepada investor publik atau masyarakat luas. Proses penjualan saham atau obligasi yang pertama ini biasa disebut sebagai penawaran umum perdana [<em>initial public offering</em> (IPO)]. Jadi ada IPO saham dan IPO obligasi. Selanjutnya di masa mendatang setelah IPO, emiten juga dapat melakukan penawaran umum lagi dan menawarkan saham baru, yang menambah jumlah saham yang telah ada, melalui penawaran umum terbatas (<em>right issue</em>) kepada pemegang sahamnya. Demikian juga halnya dengan obligasi, emiten dapat menawarkan obligasi berikutnya melalui penawaran umum obligasi II, III, dan seterusnya. Saham atau obligasi baru tersebut dibeli investor di pasar perdana. Penawaran saham baru tersebut dikenal sebagai seasoned equity offering. Dengan demikian, hubungan perdagangan yang terjadi di pasar perdana adalah antara investor dan emiten, bukan antara investor dengan investor lainnya.</p><p class="ql-align-justify"> Untuk memberikan gambaran terakhir IPO pada tahun 2005 di pasar modal Indonesia, perusahaan yang melakukan IPO saham berjumlah 8 emiten dengan total emisi senilai Rp3,52 triliun, dan perusahaan yang melakukan right issue berjumlah 14 emiten dengan total nilai emisi senilai Rp5,87 triliun. Istilah yang juga populer untuk IPO saham adalah go public dan perusahaan yang melakukannya selanjutnya disebut sebagai perusahaan terbuka (Tbk) atau perusahaan publik. Sebelum go public, perusahaan disebut sebagai perusahaan tertutup (private company). Sedangkan perusahaan yang melakukan TO obligasi, obligasi II, III dan selanjutnya, obligasi subordinasi, obligasi syariah, obligasi US$, dll pada tahun 2005 berjumlah 18 emiten senilai Rp8,125 triliun.</p><p class="ql-align-justify"> Bagaimana investor publik atau masyarakat luas dapat membeli saham; atau obligasi di pasar perdana ini? Sebelum memutuskan investasinya, investor dapat memulai dengan mempelajari prospektus, yang berisikan antara lain:</p><ol><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>jenis usaha dan juga riwayat emiten;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>jumlah saham atau obligasi yang ditawarkan ke publik, serta harga penawaran;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>tujuan dart penawaran perdana;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>prospek usaha emiten beserta risiko-risiko usaha yang mungkin terjadi di masa depan;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>kebijakan pembayaran bunga surat utang dan juga kebijakan pembagian dividen;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>kinerja keuangan secara histories;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>agen penjualan yang berpartisipasi dalam proses penawaran perdana;</li><li data-list="ordered"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span>jadwal pelaksanaan penawaran perdana.</li></ol><p class="ql-align-justify"> Investor dapat memperoleh prospektus di perusahaan efek dan juga dapat membacanya di surat kabar. Laporan keuangan ada di dalam prospektus, dan sebagai tambahan, emiten diharuskan untuk mempublikasikan laporan keuangannya secara reguler, baik itu kuartalan, setengah tahunan, dan tahunan di surat kabar. Laporan keuangan juga bisa diperoleh di perusahaan efek. Laporan keuangan yang utama adalah sebagai berikut.</p><ol><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Laporan laba rugi</strong>, yaitu laporan yang menyajikan hasil operasional emiten selama periode tertentu, baik itu penjualan yang dicapai, biaya-biaya yang dikeluarkan, dan juga keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.</li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Neraca</strong>, yaitu laporan yang menyajikan posisi keuangan emiten pada saat tertentu yang berisi informasi tentang aktiva yang dimiliki, kewajiban, dan ekuitas.</li><li data-list="bullet"><span class="ql-ui" contenteditable="false"></span><strong>Laporan arus kas</strong>, yaitu laporan yang menyajikan arus kas emiten selama periode tertentu</li></ol><p class="ql-align-justify"> Penawaran perdana untuk saham atau obligasi suatu perusahaan kepada investor publik dilakukan oleh penjamin emisi melalui perantara pedagang efek yang bertindak sebagai agen penjual saham. Tata cara pemesanan saham atau obligasi seperti: harga penawaran, jumlah saham yang ditawarkan, masa penawaran, dan informasi lain yang penting lainnya dapat dilihat pada prospektus dan dipublikasikan di surat kabar. Investor yang berminat dapat memesan saham atau obligasi dengan cara menghubungi penjamin emisi atau agen penjual, dan kemudian mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Investor kemudian melakukan pemesanan saham atau obligasi tersebut dengan disertai pembayaran uang. Selanjutnya penjamin emisi dan agen penjual mengumumkan hasil penawaran umum tersebut kepada investor yang telah melakukan pemesanan. Proses penjatahan saham atau obligasi (biasa disebut dengan allotment) kepada investor yang telah memesan dilakukan oleh penjamin emisi dan emiten yang menerbitkannya. Saham atau obligasi tersebut kemudian didistribusikan kepada investor melalui penjamin emisi dan agen penjual.</p><p class="ql-align-justify"> Sehubungan dengan proses penjatahan, ada istilah yang harus diperhatikan, yaitu <em>undersubscribed </em>dan <em>oversubscribed</em><strong><em>. Undersubscribed</em></strong> adalah kondisi di mana total saham atau obligasi yang dipesan oleh investor kurang dari total saham atau obligasi yang ditawarkan. Dalam kondisi seperti ini, semua investor pasti akan mendapat saham atau obligasi sesuai dengan jumlah yang dipesannya. Sedangkan <em>oversubscribed</em> adalah kondisi di mana total saham atau obligasi yang dipesan oleh investor melebihi jumlah total saham atau obligasi yang ditawarkan. Dalam kondisi ini, terdapat kemungkinan investor mendapatkan saham atau obligasi kurang dari jumlah yang dipesan, atau bahkan mungkin tidak mendapatkan sama sekali. Apabila jumlah saham atau obligasi yang didapat oleh investor kurang dari jumlah yang dipesan, atau telah terjadi <em>oversubscribed</em>, maka kelebihan dana investor akan dikembalikan (proses ini sering disebut dengan <em>refund</em>).</p><p class="ql-align-justify"> Contoh <em>oversubscribed </em>dialami dalam IPO saham Total Bangun Persada. Jumlah saham yang ditawarkan pada masa penawaran tanggal 19-21 Juli 2006 sebanyak 300 juta unit saham mengalami kelebihan permintaan investor. Permintaan dari investor ritel (individual) mengalami kelebihan 7,6 kali dari total 15 juta unit saham yang ditawarkan. Sedangkan kelebihan permintaan investor institusi sebanyak 1,3 kali dari total 285 juta unit saham yang ditawarkan. Investor ritel tersebut kebanyakan merupakan investor domestik/lokal. Sedangkan investor asing banyak menyerap jatah saham untuk institusi.</p><p class="ql-align-justify"> Kebalikan dari <em>go public, go private</em> merupakan aksi perusahaan yang mengubah status perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Di Indonesia, aksi <em>go private</em> pertama kali dilakukan pada tahun 1996 oleh PT Praxair Indonesia Tbk. Beberapa perusahaan terbuka lain yang melakukan go private antara lain adalah PT Miwon Indonesia Tbk dan PT Indocopper Investama Tbk pada tahun 2002, PT Bayer Indonesia Tbk dan PT Singer Industries Indonesia Tbk pada tahun 2003, PT Hidup Satwa Tbk dan PT Indosiar Visual Mandiri Tbk pada tahun 2004, serta PT Multi Agro Persada Tbk dan PT Komatsu Indonesia Tbk pada tahun 2005.</p><p><br></p>