<h2><strong>Bank Sentral</strong></h2><p>Bank sentral adalah bank milik negara yang memiliki peran paling penting dalam sistem keuangan suatu negara. Di Indonesia, bank sentral adalah Bank Indonesia (BI), yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968 dan diperkuat oleh undang-undang berikutnya. Bank Indonesia berkedudukan di ibu kota negara dan memiliki kantor perwakilan di seluruh wilayah Indonesia, bahkan dapat memiliki perwakilan di luar negeri. Berbeda dengan bank lainnya, Bank Indonesia tidak melayani masyarakat umum untuk menabung atau meminjam uang. Tugas utamanya adalah mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang asing. Selain itu, Bank Indonesia juga berperan menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional agar tercipta kesempatan kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Umum</strong></h2><p>Bank umum adalah jenis bank yang paling sering berhubungan langsung dengan masyarakat. Bank ini melayani berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari menerima simpanan dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito, hingga menyalurkan kredit atau pinjaman kepada individu maupun perusahaan. Selain itu, bank umum juga menyediakan layanan transaksi keuangan seperti transfer uang, pembayaran tagihan, kartu debit dan kredit, serta layanan digital banking. Contoh bank umum di Indonesia antara lain BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, BCA, dan Panin. Peran bank umum sangat besar karena menjadi penghubung utama antara masyarakat yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Perkreditan Rakyat (BPR)</strong></h2><p>Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang fokus melayani masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, terutama di daerah pedesaan atau wilayah tertentu. Layanan BPR umumnya terbatas pada penghimpunan dana berupa tabungan dan deposito, serta penyaluran kredit kepada masyarakat. BPR tidak menyediakan layanan perbankan yang kompleks seperti transfer antarbank, jasa lalu lintas pembayaran, atau transaksi valuta asing. Keberadaan BPR sangat penting karena membantu masyarakat kecil dan UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan sesuai dengan kondisi lokal.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Syariah</strong></h2><p>Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam. Bank ini tidak menggunakan sistem bunga (riba), melainkan menggunakan sistem bagi hasil, jual beli, dan sewa sesuai dengan akad atau perjanjian yang disepakati. Contoh akad yang digunakan antara lain mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah. Bank syariah bertujuan tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga menjaga keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam kegiatan ekonomi. Bank syariah dapat berbentuk bank umum syariah maupun unit usaha syariah dari bank konvensional.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Asing</strong></h2><p>Bank asing adalah bank yang berasal dari luar negeri tetapi membuka cabang atau beroperasi di Indonesia. Bank ini tetap harus mematuhi peraturan perbankan Indonesia dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang. Contoh bank asing yang beroperasi di Indonesia adalah Citibank dan HSBC. Bank asing umumnya melayani nasabah korporasi, perusahaan multinasional, serta transaksi internasional, seperti perdagangan luar negeri dan investasi asing.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Daerah</strong></h2><p>Bank daerah atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) adalah bank yang dimiliki oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Tujuan utama bank daerah adalah mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Bank daerah menghimpun dana masyarakat setempat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit untuk sektor-sektor produktif di daerah tersebut. Contoh bank daerah antara lain Bank DKI, Bank Sumut, Bank Jateng, dan Bank Jabar. Keberadaan bank daerah membantu memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.</p><p><br></p><h2><strong>Bank Internasional</strong></h2><p>Bank internasional adalah bank yang beroperasi lintas negara dan memiliki jaringan di banyak negara di dunia. Bank ini menyediakan layanan keuangan berskala global, seperti pembiayaan perdagangan internasional, investasi, valuta asing, dan jasa keuangan bagi perusahaan multinasional. Contoh bank internasional antara lain JPMorgan Chase dan Standard Chartered. Peran bank internasional sangat penting dalam mendukung arus perdagangan dan investasi antarnegara di era globalisasi.</p>